Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik <p style="text-align: justify;"><em><strong>Autentik: Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar</strong></em> is a journal published by Elementary School Teacher Education (PGSD), STKIP PGRI Sumenep. This Journal aimed as media communications and informations around teaching practice and elementary education implementations from various aspect.<br>This Journals is an open access published with two times per year that contains research result where never publised.</p> <p>ISSN : <a href="http://u.lipi.go.id/1483684658">2548-9119</a> (Print)<br>ISSN : <a href="http://u.lipi.go.id/1484815440">2549-1113</a> (OnLine)</p> en-US <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License"></a><br>This work is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>.</p> mridwan@stkippgrisumenep.ac.id (M. Ridwan) tri.sukitman@stkippgrisumenep.ac.id (Tri Sukitman) Tue, 06 Oct 2020 00:00:00 +0700 OJS 3.1.0.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERSEPSI SISWA TERHADAP KETERAMPILAN MENGAJAR GURU MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/65 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) keterampilan mengajar guru dengan menggunakan media visual gambar, (2) kendala yang dialami guru dalam menerapkan keterampilan mengajarnya dengan menggunakan media visual gambar, dan (3) persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru dengan menggunakan media visual gambar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, subjek penelitian adalah siswa kelas III yang berjumlah 20 siswa. Instrumen penelitian menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan lembar angket. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan .</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan guru sudah melaksanakan delapan keterampilan mengajarnya dengan menggunakan media visual gambar. Kendala yang dialami guru yaitu guru kekurangan waktu dalam proses persiapan media. Persepsi siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan guru yaitu siswa terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran, siswa lebih mudah memahami materi pelajaran dan siswa terlihat rajin belajar karena pembelajaran menjadi menyenangkan. Hendaknya guru selalu menerapkan keterampilan mengajarnya dengan menggunakan media visual gambar dalam kegiatan pembelajaran di kelas.</p> <p>&nbsp;</p> Ria Fajrin Rizqy Ana ##submission.copyrightStatement## https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/65 Mon, 12 Oct 2020 12:13:10 +0700 THE TEACHER AS A REFLECTIVE PRACTITIONER: A QUALITATIVE DESCRIPTIVE CASE STUDY OF TEACHING GRADE 4 IN A PROVINCE OF INDONESIA https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/66 <p>The purpose of this classroom action research was to see the significance of self-reflection. This reflection is useful to improve teaching practice of having a character to affect students’ learning. This classroom action research took place in one of the private schools in Makassar, South Sulawesi province. The action research was done within a classroom that consists of 22 grade 4 students. The writer used three cycles to describe the progressive growth of both the writer and the students. For gathering data, the writer used several instruments such as documentation (lesson plans, feedback on lessons, and video recording), the writer’s reflection, students’ grade reports, students’ letters and a practicum portfolio. Through the use of the writer’s self-reflection during this practicum, the writer realized that self-reflection helps the writer to improve his way of thinking and acting in his teaching practice.</p> <p><strong>Keywords:</strong>Reflection, Teacher, classroom action research</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Wiputra Cendana ##submission.copyrightStatement## https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/66 Mon, 12 Oct 2020 12:11:45 +0700 ANALISIS POJOK LITERASI SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM MEMBUAT CERPEN KELAS IV https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/69 <p>Pojok literasi merupakan salah satu kegiatan Gerakan Literasi Sekolah yang melakukan kegitan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum jam pelajaran pertama. Pemerintah Indonesia mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 Tahun 2015. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pojok literasi sekolah terhadap pembuatan cerpen siswa kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif mengunakan studi kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi mengenai keadaan kelas IV. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV. Wawancara dengan wali kelas IV dan 23 siswa kelas IV. Dokumentasi tentang pembuatan cerpen dan pojok literasi. Hasil penelitian menunjukan dengan adanya pojok literasi siswa menjadi lebih aktif dan kreatif, karena hampir setiap hari mereka dilatih untuk membaca buku cerita. Membuat cerpen dari buku bacaan yang ada di pojok literasi yang membuat siswa lebih kreatif mengarang cerita, sehingga hasil dari mereka rajin membaca di pojok literasi adalah siswa dapa membuat cerpen dengan baik dan kreatif.</p> Anita Putri Hardianti, Efi Ika Febriandari, Angga Setiawan ##submission.copyrightStatement## https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/69 Mon, 12 Oct 2020 12:15:39 +0700 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/71 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran <em>Number Head Together</em> (NHT) terhadap hasil belajar pada pembelajaran tematik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas IVA dan IVB yang&nbsp; berjumlah 44 siswa. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu kelas IV-B yang berjumlah 23 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Tes digunakan berupa <em>pretest </em>dan<em> posttest</em> yang berjumlah 30 item.</p> <p>Berdasarkan analisis data diperoleh dari nilai rata-rata hasil <em>pretest</em> sebesar 63,739 sedangkan nilai rata-rata hasil <em>posttest </em>sebesar 79,086. Artinya terdapat peningkatan terhadap hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan dengan penerapan model pembelajaran <em>Number Head Together </em>(NHT) sebesar 15,347. Untuk pengujian hipotesis diperoleh sig. <em>(2-tailed)</em> 0,000 ≤ 0,05, maka H<sub>a</sub> diterima dan H<sub>0</sub> ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran <em>Numbered Head Together</em> (NHT) terhadap hasil belajar pada pembelajaran tematik.</p> Ika Restikawati, Agus Budi Santosa, Nanda William ##submission.copyrightStatement## https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/71 Mon, 12 Oct 2020 12:40:18 +0700 PENGARUH METODE DEMONSTRASI DENGAN MEDIA KONKRIT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GERAK BENDA https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/72 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh metode demonstrasi terhadap pemahaman konsep gerak benda pada pembelajaran IPA kelas IV SDN 3 Gandusari semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Peneltian ini yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV dengan jumlah 10 siswa. Sedangkan sampel yang diambil pada penelitian ini 10 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Tes yang digunakan untuk memperoleh data merupakan <em>pretest</em> dan <em>posttest.</em> Bentuk instrumen yang digunakan yaitu pilihan ganda dengan jumlah soal 20 item. Berdasarkan analisis yang telah diperoleh dari uji normalitas dengan menggunakan uji <em>Shapiro-Wilk pretest </em>signifikan sebesar 0,215&gt;0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut berdistribusi normal. Sedangkan untuk nilai <em>posttest </em>signifikan 0,311&gt;0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut berdistribusi normal. Sedangkan untuk hasil uji homogenitas diketahui nilai signifikansi <em>Based on Mean </em>0,206 &gt; 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa varian data <em>pretest </em>dan <em>posttest </em>adalah homogen (sama). Untuk pengujian hipotesis menggunakan uji <em>paired sample test </em>diperoleh nilai sig. (2-tailed) <em>pretest </em>dan <em>posttest </em>0,000. Sesuai dengan uji <em>pair sample t-test </em>&nbsp;bahwa nilai sig. (2-tailed) &lt; 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa pada data&nbsp; <em>pretest </em>dan <em>posttest.</em> Dengan demikian hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode demonstrasi terhadap pemahaman konsep gerak benda pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN 3 Gandusari semester genap tahun pelajaran 2019/2020.</p> Rizka Janawati Mita Arsih, Agus Budi Santosa, Nanda William ##submission.copyrightStatement## https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/72 Mon, 12 Oct 2020 12:41:28 +0700 PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR TEMATIK https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/74 <p>Pendidikan bagi setiap manusia menjadi sebuah ke­butuhan yang sangat penting serta akan menjadi penentu berkembang atau tidaknya sua­tu bangsa ataupun negara.&nbsp;Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari beberapa faktor yang menunjang. Salah satu tolak ukur peningkatan kualitas pendidikan yaitu kualitas pembelajaran. Banyak sekali masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran misalnya peran seorang guru yang sangat dominan <em>(Teacher Center)</em>, dan siswa hanya dijadikan sebagai objek dalam proses pembelajaran sehingga kurang tercapainya tujuan dalam suatu pembelajaran. Guru dalam proses pembelajaran harus mengaitkan materi yang disampaikan dengan kehidupan sehari-hari siswa <em>(Contextual Teaching And Learning) </em>supaya siswa lebih aktif dan dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengaruh <em>Contextual Teaching And Learning </em>terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan sifat eksperimen dengan menggunakan <em>One-group pretest-posttest design. </em>Untuk mengetahui pengaruh pendekatan <em>Contextual Teaching And Learning</em> dapat dilakukan dengan cara menghitung dan menggunakan uji t (<em>paired sample t test). </em>Hasilnya menunjukkan bahwa nilai sig. (<em>2-tailed) </em>sebesar 0,000 &lt; 0,05, sehingga H<sub>a </sub>diterima dan H<sub>0 </sub>ditolak. Artinya terdapat pengaruh pendekatan <em>Contextual Teaching And Learning </em>Terhadap Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas IV SDN 1 Ngepeh Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020.</p> Kunthi Zulfa, Agus Budi Santosa, Nanda William ##submission.copyrightStatement## https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/74 Mon, 12 Oct 2020 12:42:54 +0700 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 REJOYOSO BANTUR TAHUN AJARAN 2018/2019 https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/58 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri 02 Rejoyoso Bantur pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan penerapan model <em>Problem Based Learning. </em>Berdasarkan observasi tanggal 15 Oktober 2018 di kelas 4 SD Negeri 02 Rejoyoso Bantur Kabupaten Malang, peneliti menemukan fakta bahwa masih banyak siswa yang tidak memperhatikan saat guru menjelaskan materi di dalam kelas saat proses pembelajaran, sehingga mengakibatkan kurangnya nilai hasil belajar yang dimiliki siswa. Sehingga dapat menghambat proses pembelajaran dan perkembangan siswa dalam berinteraksi dan bersosialisasi serta hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Instrumen untuk pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal dari aktivitas siswa yang harus diperoleh yaitu sebesar 80%. Peningkatan aktivitas guru yang diperoleh setelah dilakukannya refleksi pada siklus I mendapatkan nilai dengan rata-rata 94% pada siklus II, kemudian peningkatan pada kegiatan aktivitas siswa siklus II memperoleh nilai dengan rata-rata sebesar 82%. Perbandingan antara nilai aktivitas guru mulai dari siklus I sampai siklus II dengan selisih 12 angka.</p> <p>Berdasarkan hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II bahwa terdapat peningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model <em>Problem Based Learning</em> dalam mata pelajaran IPA materi daur hidup hewan. Pengamatan aktivitas guru yang dilakukan oleh 3 observer pada siklus I mendapatkan nilai sebesar 83% dan pengamatan aktivitas siswa yang dilakukan oleh observer mendapatkan nilai sebesar 55% kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal. <a name="_Toc19170726"></a>Nilai yang diperoleh saat kegiatan <em>pretest </em>siklus I yaitu sebesar 60% sedangkan nilai yang diperoleh saat kegiatan <em>postest</em> siklus I mendapatkan 66%. Maka dari itu, peneliti berupaya untuk terus meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model <em>P</em><em>roblem </em><em>B</em><em>ased </em><em>L</em><em>earning</em> dan perbaikan pada siklus II. Keterlaksanaa tindakan siklus II ini mengalami peningkatan yang baik dari kegiatan aktivitas guru dan siswa serta kegiatan <em>pretest</em> dan <em>postest. </em>Kegiatan aktivitas guru dan siswa dalam siklus II mengalami peningkatan nilai sebesar 88% setelah mendapatkan hasil 70% pada tindakan siklus I. Peningkatan hasil dari aktivitas guru dan siswa menjadikan kegiatan <em>pretest</em> dan <em>postest</em> siklus II juga mengalami peningkatan yang baik dibandingkan dengan hasil dari kegiatan <em>pretest </em>dan <em>postest </em>siklu I. Hasil penilaian yang diperoleh dalam kegiatan <em>pretest </em>yaitu sebesar 70% dan mengalami peningkatan sehingga menjadi titik keberhasilan dalam penelitian ini yaitu medapatkan perolehean nilai sebesar 80% yang mampu menempuh Kriteria Ketuntasan Minimal yang sudah ditentukan oleh peneliti.</p> Mifta Maysaroh Haniffanti, Diana Kusumaningrum ##submission.copyrightStatement## https://autentik.stkippgrisumenep.ac.id/index.php/autentik/article/view/58 Mon, 12 Oct 2020 12:10:07 +0700